PEDULI GEMPA LOMBOK

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 203 kali gempa susulan yang terjadi di Lombok sepanjang Ahad (29/7) kemarin. BMKG menyebut kekuatan susulan gempa Lombok itu berkisar antara 2,1 sampai 5,7 skala Richter (SR). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendata dampak gempa 6,4 SR di NTB. Menurut Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, ada lebih dari seribuan rumah yang rusak. “Luka-luka ratusan, luka berat dan luka ringan, dan ribuan rumah mengalami kerusakan ini belum semua data masuk belum bisa dilaporkan karena kendala komunikasi pendataan masih dilakukan,” kata Sutopo.

Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di daerah lempengan Indo Australia-Indo Eurasia dan Pasifik. NTB masuk zona tumbukan antar lempengan tersebut. Lempengan tersebut akan terus bergerak seperti di Jepang.
Sepanjang 2017 di NTB telah terjadi 1.018 kali gempa. Dan sepanjang Januari-Juni 2018 telah terjadi 459 kali gempa.

Ahad (29/7) pagi kemarin terjadi gempa di Lombok dengan kekuatan 6,4 SR yang menewaskan 16 orang. Antara lain penduduk Kabupaten Lombok Utara empat orang, sembilan orang warga Sambelia Kabupaten Lombok Timur, dan tiga orang di Sembalun di antaranya dua orang pendaki asal Malaysia dan Makassar. Gempa Lombok ini bahkan terasa sampai Bali.

Mari bersama Ringankan Duka Korban Gempa NTB.

Salurkan donasi Anda melalui Rekening :
Muamalat 521.007.1000 an LAZIS UNS
Konfirmasi Donasi 0857 2500 5065

LAZIS UNS
Komplek Masjid Nurul Huda UNS
Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta
www.lazis.uns.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.