Serba Serbi Temu Pekanan Orang Tua Adik Asuh Yatim dan Mentoring Adik Asuh LAZIS UNS

Mentoring Adik Asuh yang bertemakan “Cinta dan Prestasi”  berjalan dengan lancar (4/2), kali ini dokter Muhamad Syukri menjadi pemateri pada kegiatan mentoring setiap dua pekanan ini. Sebanyak 66 adik asuh baik tingkat SMP dan SMA memenuhi  Ruang Diskusi.Salah seorang adik asuh menuturkan bahwa acaranya sangat memotivasi. “Acara kemaren itu bagus, memotivasi kita agar menjadi seseorang yang lebih baik dan pantang menyerah. Karena Allah tau sebesar apa usaha kita. Kita juga harus usaha dan berdoa untuk mendapatkan apa yang kita cita-citakan. Kita tidak boleh sedih saat kita di bawah dan harus tetap berusaha serta kita tidak boleh sombong saat kita di atas”, ujar Lidya Setya Ayu, salah satu adik asuh SMA.

Sementara di selasar selatan atas, diselenggarakan Temu Orang Tua Adik Asuh Yatim yang diisi oleh Ibu Warti S.Si. Bu Warti kemarin menyampaikan tentang 7 kunci kebahagiaan menurut Ibnu Abbas. Harapannya sekitar 21 orang tua adik asuh yatim yang hadir dapat menemukan kebahagiaan yang hakiki.

Pertemuan adik asuh yatim jenjang SD dibekali dengan ketrampilan memasak. Panitia mengambil tema “How to make a Pizza”. Alhamdulillah 15 adik asuh yatim yang hadir sangat bersemangat ketika mengoles roti. “Kegiatan yang sangat bagus pak indra. Pembelajaran untuk anak agar berusaha dan berbisnis kuliner yang halal serta barokah”, tutur bu Nur Nugraheni, Ibunda adik asuh yatim Muhammad Hasan Nur Majid. Berbagai kegiatan diselengggarakan untuk memotivasi dan menginspirasi baik adik asuh maupun orang tuanya agar kedepannya mereka mempunyai bekal untuk masa depan yang lebih baik

LAZIS UNS senantiasa memberikan variasi dalam setiap kegiatan pendampingan atau mentoring  untuk adik asuh baik itu jenjang Sekolah Dasar, SMP maupun SMA tidak hanya berkutat dalam pembinaan dari sisi agama dan akhlaq tapi juga memfasilitasi pendampingan dalam bentuk pengembangan yang lain salah satunya pada hobby dan minat bakat. Selain meminimalisir kejenuhan, hal ini juga berfungsi sebagai penyemangat adik asuh untuk senantiasa belajar dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan.