Ekpedisi Penyaluran Wakaf Al Quran ke Salatiga

Jumat 11 Januari 2019, Tim ekspedisi penyaluran Wakaf Al Quran LAZIS UNS meluncur ke sebuah pesantren di Kota Salatiga. Perjalanan ke Kota Salatiga yang sebelum-sebelumnya memakan waktu 2 Jam, hari itu cuma memakan waktu 45 menit karena dibukanya jalan Tol Solo-Salatiga. Tujuan kami adalah di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) An Nida Salatiga. Ponpes yang beralamat di  Ledok, Argomulyo, Kota Salatiga tersebut memiliki program unggulan tahfiz (hafalan) Al Quran bagi santri-santrinya. Oleh karena itu, ponpes tersebut sangat cocok untuk menerima wakaf Quran sebagai pendukung program-programnya.

Dalam kesempatan tersebut, 87 mushaf Al Quran disalurkan secara langsung kepada Ahmad Fikri Sabiq, S.Pdi, Al-Hafiz selaku kepala sekolah SD An Nida. “Ponpes ini berdiri sejak tahun 1979 dan sekarang berkembang dengan ditambahnya sekolah PAUD dan SD” terang Fikri. Ponpes ini  diprakarsai oleh K.H. Ali As’ad) dan para kyai-kyai (alumni pondok pesantren Ma’ahid Kudus) yang berada di salatiga dan sekitarnya, berangkat dari keprihatinan beliau-beliau terhadap perkembangan peta Islam di Kota Salatiga.

Saat ini Ponpes tersebut memiliki 40 santri pondok, 265 Siswa SD. Raya salah salah satu siswa/santri kelas 2 SD di ponpes ini mengatakan bahwa dirinya sudah hafal Juz 30 dan ini baru proses menghafal Juz 29. “Target lulusan SD di sini minimal hafal 6 Juz Al Quran” tambah Fikri.

Menurut Ahmad Suthani selaku penanggungjawab program Wakaf Al Quran LAZIS UNS mengatakan bahwa prioritas lokasi penyaluran wakaf Al Quran adalah di lokasi yang memang sulit pengadaan mushaf Al Quran dan pondok-pondok yang menyelenggarakan program tahfiz Quran, sehingga wakaf Al Quran ini tepat sasaran dan harapannya pahala kepada donatur tidak pernah putus. (cw)