Ambulan LAZIS UNS: Solusi Kebutuhan Masyarakat

Namanya Mbah Ikem Topawiro, nenek yang sudah berusia 99 tahun ini menderita sakit  struk dan harus kontrol tiap bulan ke salah satu rumah sakit di kota Solo. Warga Jebres Tengah ini biasanya diantar dengan Ambulan LAZIS UNS saat melakukan kontrol ke RS. Memang, usianya yang senja harus diantar dengan mobil khusus karena beliau harus tiduran, ” Mbah sudah sulit duduk normal karena sakit struk, ditambah usianya memang sudah sepuh” jelas salah satu keluarga Mbah Ikem.  Kehidupan ekonomi keluarga yang pas-pasan tentunya juga berpengaruh untuk menyewa mobil kalau mau ke RS. Di samping itu, tidak semua mobil mau menerima atau mengangkut pasien sakit apalagi jenazah.

Kehadiran Ambulan Gratis LAZIS UNS memberikan solusi untuk transportasi pasien, baik dari rumah ke RS maupun sebaliknya. Selain trasnportasi pasien, ambulan ini juga melayani jenazah dari RS ke rumah duka maupun dari rumah duka ke pemakaman. Dadi Mulyono selaku penanggungjawab program Ambulan Gratis LAZIS UNS mengaku banyak menerima permintaan dari masyarakat, dan biasanya mendadak. Akan tetapi dia mengaku bahwa itu sudah menjadi tanggungjawabnya sebagai driver ambulan. “Kendala dalam membawa ambulan saat ini hampir tidak ada, alhamdulillah lancar-lancar saja” tambah Dadi, “Rasa syukur bertambah ketika membawa pasien, karena saya masih diberi kesehatan dan bisa menolong orang lain, apalagi saat membawa jenazah itu mempunyai kesan tersendiri: kita bisa lebih sering ingat kematian” tambahnya. Dadi juga mengatakan sering juga bertugas ke luar kota, luar provinsi dan ke daerah-daerah yang kadang sulit dilewati mobil.

Di tahun 2018 lalu, layanan Ambulan Gratis LAZIS UNS mencapai  240 layanan. Jadi  rata-rata perbulan mencapai 20 layanan. Untuk meningkatkan kualitas layanan Ambulan, selalu ada cek rutin mobil ambulan secara periodik, kebersihannya juga dijaga serta kondisi driver harus benar-benar fit sebelum melaksanakan tugas. “Harapannya, ke depan armada ambulan bisa dibedakan antara ambulan pasien dan jenazah, serta up-grade armada yang lebih tangguh” terang Catur Wibowo selaku manajer umum LAZIS UNS.

Manajer Operasional LAZIS UNS, Tri Asmara Budi Wibawa menjelaskan bahwa Ambulan Gratis merupakan program unggulan LAZIS UNS untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat dhuafa di daerah Solo dan sekitarnya. “Untuk mendukung program Ambulan Gratis ini, donatur bisa berdonasi minimal 50ribu rupiah baik rutin maupun tidak rutin, atau jika ada wakaf dan hibah berupa hibah tunai maupun bentuk mobil kami insyaallah siap mengelola” tambah Doni Dwi Cahyadi selaku manajer Marketing dan Fundrasing. (cw)