2 Peserta Pelatihan Menjahit Siap Mandiri

15 Januari 2019, LAZIS UNS melaksanakan evaluasi program pelatihan menjahit gratis. Evaluasi tersebut dilaksanakan oleh peserta dan didampingi oleh Manajer Operasional dan Manajer Pemberdayaan LAZIS UNS. Dalam kesempatan tersebut , Siswanti -salah satu peserta pelatihan- mengatakan dirinya sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. “Selama tiga bulan saya belajar dan di akhir pelatihan alhamdulillah saya bisa menjahit baju, ini saya bawa contoh hasil jahitan saya” ujar Siswanti yang juga seorang ibu rumah tangga itu.

Begitu juga Icuk Kurniawan, peserta pelatihan dari Wonogiri ini sebelumnya tidak bisa menjahit sama sekali. Namun karena keinginan kuat untuk bisa dan mandiri, dia sengaja ikut program ini walaupun lokasinya jauh dari tempat tinggalnya. “Alhamdulillah di praktek akhir saya sudah bisa menjahit celana, walaupun masih sangat sederhana” tambah Kurniawan. Dia juga ingin menambah kemampuannya lagi sehingga ke depan bisa membuka usaha jahitan sendiri.

Pelatihan menjahit gratis dari LAZIS UNS ini dimulai sejak 15 Oktober tahun lalu dengan peserta 4 orang. Di dalam program ini, LAZIS UNS bermitra dengan Arjuna Taylor Gilingan, Surakarta. Pemilik Arjuna Taylor, Suparto, menyambut baik program tersebut dan siap untuk melatih peserta dengan maksimal. “Nanti peserta pelatihan akan kita didik sebagaimana siswa sekolahan, masuk setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 wib, dan apabila tidak bisa masuk, kami harap bisa memberikan keterangan. Jadi, pelatihan ini benar-benar tuntas, tidak setengah-setengah”, Ucap Suparto.

Tri Asmara selaku manajer operasional LAZIS UNS mengatakan pelatihan tersebut sudah selesai, dan ke depan akan ada bantuan berupa mesin jahit dari LAZIS UNS untuk dijadikan modal usaha. Di kesempatan yang sama, Sutiono selaku manajer pemberdayaan LAZIS UNS mengatakan bahwa awalnya peserta 4 orang, namun yang sampai akhir ada 2 orang. “Secara umum dua peserta tadi saya beri nilai positif, semua peserta memang belajar dari nol sampai bisa” tambah Sutiono. Selain mendapatkan pelatihan, peserta  mendapatkan fasilitas berupa uang transport, makan siang dan perlengkapan dasar menjahit. Sebelumnya ada 23 orang yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan menjahit gratis LAZIS UNS “Namun karena terbatasnya tempat dan pendamping sementara dipilih 4 orang dulu” terang Sutiono. (cw)