Tim Dosen Politeknik Indonusa mengadakan Program Pengabdian Masyarakat di RAP Sinar Sewu

Sejak April 2018, ada kegiatan istimewa di Rumah Anak Pintar (RAP) Sinar Sewu. Pasalnya, beberapa dosen dari Politeknik Indonusa Surakarta memberikan Pelatihan kepada tentor pengajar RAP Sinar sewu. Pelatihan yang diberikan meliputi  story telling, pengelolaan kelas dan pembuatan bahan ajar berbasis multimedia bagi mata pelajaran matematika. Pelatihan  tersebut diikuti sebanyak 5 orang relawan/ tentor RAP.

Program yang dilaksanakan selama 8 bulan tersebut  bertujuan agar proses belajar di RAP bisa lebih variatif dan menarik. A.Anditha Sari S,Sos M.I.Kom Selaku Dosen Indonusa dan Ketua pelaksana, mengatakan  “Harapannya dengan adanya pemberian pelatihan ini dapat meningkatakan kapasitas tentor pengajar, agar dapat memberikan pendampingan belajar yang lebih bervariatif”.  Azkia Zahra  selaku peserta megatakan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan ketrampilanya dalam mengajar dan mengelola program RAP tersebut.

Sinar sewu  merupakan salah satu RAP binaan LAZIS UNS  bekerja sama dengan Karang Taruna setempat,  berlokasi  di Kampungsewu  Kecamatan Jebres  Kota Surakarta.  RAP  Sinar sewu ini fokus pada Pendampingan belajar anak-anak SD dan SMP. Candra Kusuma selaku penanggung jawab program RAP dari LAZIS UNS mengatakan bahwa program RAP ini mempunyai tujuan untuk mendampingi belajar, pengembangan bakat, dan sarana pengabdian kepada masyarakat. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian masyarakat Politeknik Indonusa karena sudah bermitra dengan RAP Sinar Sewu” tambahnya.

Sementara itu,  ada 4 RAP yang dibina LAZIS UNS sampai sekarang. Yaitu RAP Sinar Sewu, RAP Rimba Mojosongo, RAP Gilingan dan RAP Bororejo. Setiap RAP mempunyai ciri khas tersendiri, ada yang mempunyai ciri khas pengembangan seni, rumah baca, bimbingan belajar dan lain-lain. Catur Wibowo -manajer umum LAZIS UNS – mengatakan program RAP ini terbuka bagi siapa saja dari kalangan lembaga, personal maupun pemerintah  yang ingin bekerja sama.  Bentuk dukungan bisa berupa donasi, program pengabdian maupun bantuan lain-lain “Ke depan, RAP tersebut harapannya bisa berjalan secara mandiri dan menjadi program unggulan milik masyarakat lokal” tambahnya.  (can)