Ayo Ber-Zakat

Dari aspek bahasa, kata zakat dari kata zaka yang berarti berkah, tumbuh, bersih dan baik. Sesuatu itu zaka berarti tumbuh dan berkembang dan seseorang itu zaka berarti orang itu baik,bersih dan ada padanya keberkahan.

Di dalam Al Quran,kata zakat dalam bentuk ma’rifat( al-zakat ) disebut tiga puluh kali.Diantaranya 27 kali disebutkan selalu besama dengan sholat dalam satu ayat,dan hanya satu kali disebutkan dalam konteks yang sama dengan sholat tetapi tidak dalam satu ayat,yaitu QS Al mukminun 2 dan 4.Itulah kenapa ketika Umar ra bertanya kepada Abu Bakar ra perihal peperangan beliau dengan orang-orang yang tidak membayar zakat padahal mereka juga sholat,Abu Bakar menjawab ; “…Demi Alloh,saya akan selalu memerangi mereka yang memisahkan antara sholat dan zakat…”HR Al Jama’ah kecuali Ibnu Majah.

Zakat ada 2 macam:

A.Zakat Nafs (jiwa),juga disebut zakat fithri

Zakat fithri diwajibkan bagi setiap jiwa atau orang yang menjumpai bagian akhir bulan Romadlon dan bagian awal bulan Syawal,meski baru saja lahir.Baik ia miskin atau kaya,dewasa atau anak-anak,laki atau perempuan.Riwayat dari Abu hurairoh: “Zakat fithri diwajibkan atas setiap jiwa yang merdeka atau budak,laki-laki atau perempuan,anak kecil atau dewasa,miskin dan kaya.”HR Ahmad,Bukhori,dan Muslim.

Setiap orang juga wajib mengeluarkan zakat fithri bagi orang yang berada dibawah tanggungannya.Kadarnya 1 sho’  (4 mud) = 2,175 gram,jika 1 mudnya 543,75 gram. atau 1 sho’ = 2700 gram,jika 1mudnya 675 gram,yaitu dari makanan yang mengenyangkan atau makana pokok.Sebagian ahli fiqh yaitu mazhab Abu hanifah memperbolehkan menggantinya dengan harga (uang) dari nilai 2,176 gram(dibulatkan 2,5 kg) /2700 gram(dibulatkan 3 kg)  makanan pokok yang mengenyangkan tersebut.

 

Kapan mengeluarkannya?

Imam Syaukani berpendapat wajib mengeluarkan zakat fithri sebelum sholat,namun Imam As Syafi’i menganggap qoblah sholah,adalah sunnah dengan alasan hadis Nabi saw ; “Ughnuuhum hazhal yaum/cukupkanlah mereka di hari ini”.Al Yaum yang dimaksud hadis tersebut adalah mencakup semua waktu dihari itu.Namun jumhr Fuqoha menganggap makruh jika menunaikan zakat fithri setelah sholat.Selanjutnya Imam Syafi’i menyatakan boleh menunaikannya diawal bulan puasa ramadhan.(lihat fiqh zakat ,DR Yusuf Qordlowi pada bab zakat fithri)

 

B.Zakat Maal (harta)

B.1. Syarat-syarat wajib zakat

1.a. Muslim,aqil-baligh

1.b. Memiliki harta yang mencapai nishob

 

B.2. Syarat-syarat kekayaan yang wajib dizakati

2.a. Al Milk at tam (milik yang sempurna)

artinya harta tersebut oleh pemiliknya memungkinkan dipergunakan dan diambil manfaatnya secara penuh karena berada dibawah kekuasaannya atau kontrolnya. Pemiliknya mendapatkan harta tersebut dari proses pemilikan yang dibenarkan oleh syari’at Islam,seperti hadiah dari orang lain,usaha/bekerja,warisan atau hibah dan sebagainya,yang dianggap sah oleh syari’at. Oleh karena itu,jika perolehan atau pemilikan harta tersebut dari cara yang tidak syar’i,seperti korupsi,mencuri,hasil menang judi atau lotre atau dari uang riba dan sebagainya,maka tidaklah wajib zakat terhadap harta-harta tersebut,karena pada hakekatnya bukan memilikinya secara penuh dan sempurna.

2.b. An-nama’ (berkembang)

artinya harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang ,seperti uang,maka ia bisa dikembangkan dalam bentuk modal untuk usaha atau jika uang tersebut berada pada tangan pihak kedua (berupa harta piutang),maka ia berpotensi berkembang jika sudah dikembalikan pada pemiliknya.

 

2.c. Sampai pada nishob

artinya harta wajib dizakati jika sudah cukup nishobnya (batasan syar’i untuk bisa keluarnya zakat dari harta tertentu).Adapun harta yang tidak sampai nishobnya tidak wajib dizakati

 

 

2.d. Lebih dari kebutuhan minimal hidup (Al hajatu al ashliya)

Kebutuhan minimal hidup adalah kebutuhan pokok (al hajatul al ashliya) yang diperlukan seseorang dan atau keluarga yang menjadi tanggungannya untuk keberlangsungan hidup.Artinya apabila kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak terpenuhi,maka yang bersangkutan tidak dapat hidup secara layak,misalnya,belanja sehari-hari,pakaian,rumah,kesehatan dan pendidikan.

 

2.e. Bebas dari beban hutang

Orang yang mempunyai hutang sebesar atau mengurangi dari nishob yang harus dibayar pada waktu yang bersamaan dengan waktu pengeluaran zakat,maka harta tersebut tidak wajib dizakati.

2.f. Al Haul ( berlaku satu tahun)

Artinya bahwa pemilikan harta tersebut sudah berlalu satu tahun.Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak,harta simpanan dan perniagaan.Sedangkan hasil pertanian,buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak mengikuti syarat haul.

 

C.Maal (harta) yang wajib dikeluarkan zakat darinya

C.1. Binatang Ternak

Binatang ternak meliputi unta,sapi,kerbau,kambing dan domba.Dan adapun unggas (itik, ayam atau burung) cara penghitungannya tidak dihitung dari jumlah banyak unggas(sebagaimana cara penghitungan hewan ternak) tapi didasarkan pada skala usaha (niaga),yang nishobnya 20 dinar,setara dengan 85 gram emas dan pendapat ini yang kita pilih,zakatnya 2,5%.(BAZ JATIM memilih nishob 91.92 gram).

C.2. Emas dan perak

Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain hasil tambang yang berharga,juga bisa dijadikan perhiasan. Islam memandang emas dan perak sebagai harta yang (potensial) berkembang.Oleh karenanya syari’at mewajibkan zakat atas keduanya baik berupa alat tukar (uang),lantakan (leburan logam),bejana,souvenir dan sebagainya.

Termasuk segala bentuk uang yang berlaku saat ini,penyimpanan uang seperti tabungan,deposito,cek,saham atau surat berharga lainnya, dimasukkan pada kategori emas dan perak.Sehingga penentuan nishobnya disetarakan dengan keduanya.Demikian pula pada harta kekayaan lainnya seperti rumah,vila,kendaraan,tanah dan sebagainya,yang melebihi keperluan menurut syara’ atau dibeli atau dibangun dengan tujuan menyimpan uang dan sewaktu-waktu dapat diuangkan,maka terkena kewajiban zakat yang kategorinya sama dengan emas dan perak.Adapun emas dan perak yang berbentuk perhiasan, asal memang dipakai dan tidak berlebihan,maka tidak diwajibkan zakat atas barang-barang tersebut.

C.3. Harta Perniagaan

Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan jual beli dalam berbagai jenisnya,baik berupa barang ataupun jasa

C.4. Harta hasil pertanian

C.5.(Hasil tambang) dan kekayaan laut

C.6.Rikaz (harta / barang temuan yang tidak ada pemiliknya)

 

daftar donatur untuk berzakat bisa isi formulir ini

*) pembayaran bisa langsung ke kantor LAZIS UNS, Jemput dana atau transfer

Rekening Pembayaran Zakat di LAZIS UNS

Bank Muamalat No. 521.007.1000 a.n LAZIS UNS
Bank Syariah Mandiri No. 7083320812 a.n. Catur Wibowo QQ. LAZIS UNS
BNI Syariah No.0263431459 a.n.Catur W QQ. LAZIS UNS
BNI Cab. Sebelas Maret No. 012 5302 035 a.n. Arif Setiawan
BRI Cab. UNS Surakarta No. 1298-01-000179-50-6 a.n Sutiyono

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.