Respon Kekeringan dan Gagal Panen, LAZIS UNS Salurkan 100 Paket Sembako di Giriwoyo, Wonogiri

WONOGIRI- Selasa (16/7/2019), LAZIS UNS kembali mengadakan aksi sosial untuk meringankan permasalahan masyarakat. Kali ini yang menjadi objek aksi sosial adalah warga dusun Ngampel, Tirtosworo, Giriwoyo, Wonogiri.  Sebanyak 100 paket sembako disalurkan dalam proram aksi sosial tersebut.

Dusun Ngampel  terletak di lereng pegunungan, Ngampel sering menjadi salah satu wilayah di Giriwoyo yang mengalami kekurangan air bersih. Terutama saat kemarau panjang menyapa. Warga harus mengambil air dari mata air yang terletak jauh dari pemukiman.  “Untuk minum saja susah, apalagi untuk bertani” ucap seorang warga yang sedang antri mengambil air. Sehingga bisa dikatakan kebutuhan pokok warga harus membeli.

Program ini berbarengan dengan Program Ekspedisi Super Qurban Rumah Zakat , bersinergi dengan IPEBI (Ikatan PEgawai Bank Indonesia) yang menyalurkan program berbagi air bersih sejumlah 18.000 Liter . Puluhan warga demikian antusias menyambutnya.  Ember dan jerigen menjadi sarana untuk memindahkan air dari bak penampungan ke rumah. Layanan cek kesehatan, yakni cek gula darah menjadi tambahan agenda. Kegiatan tersebut menjadi sesi yang diminati warga. Siswa-siswi SDN 3 Tirtosworo pun ikut merasakan kebahagiaan. Mobil Juara hadir di sekolah. Menyajikan serangkaian permainan, peminjaman buku, dan beragam aktifitas yang menyenangkan lainnya.

Berkelok dan menanjak. Demikian gambaran jalan menuju Ngampel, Tirtosworo. Sebagian jalan sudah berbentuk cor blok, rabat beton. Sisanya, masih berupa peluran, dan kondisinya sudah rusak. Lokasinya cukup jauh dari pusat kecamatan Giriwoyo. Lebar jalan hanya 1,5 meter. Beberapa kali rombongan harus menepi setiap berpapasan dengan kendaraan roda empat. Sepanjang perjalanan terlihat pepohonan yang meranggas. Jurang menganga di salah satu tepi jalan. Tantangan tersendiri bagi pengendara yang menuju ke sana.

Sementara itu, Manajer Umum LAZIS UNS, Catur Wibowo mengatakan, bahwa sebenarnya perlu solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan dan masalah turunan dari keringan seperti ini, namun perlu kerja sama dari semua pihak. “Paling tidak, adanya program di hari ini bisa membuat warga tersenyum dan tidak merasa sendiri” ujar Catur.  Warga Dusun Ngampel secara langsung menyampaikan terimakasih kepada seluruh lembaga dan donatur yang berpartisipasi dalam program ini. “Matur nuwun nggih Bu. Gusti Allah sing mbales.” Demikian mayoritas warga menyampaikan kepada para donatur. (admin)