Penyuluhan Kesehatan sampai Lomba 17an meriahkan Grand Opening Program Adik Asuh Periode Baru

Nampak banyak orang mulai memadati area Masjid Nurul Huda UNS pagi itu(25/8). Mereka datang untuk memenuhi undangan Grand Opening Adik Asuh LAZIS UNS periode 2019/2020. Tim adik asuh sudah menyiapkan 3 tempat untuk 3 kegiatan yang berbeda pula. Karena pembinaan keluarga baik orang tua dan anak juga rutin diberikan setiap bulan selain beasiswa pendidikan setiap tentunya.

Kegiatan pertama adalah Penyuluhan Kesehatan untuk orang tua adik asuh yang disampaikan oleh Na’imul Faizah, S.ST. Sekitar 140 orang tua mendengarkan paparan oleh Ibu Faizah yang menjadi bidan praktek di Puskesmas Banyuanyar. Beliau menyampaikan tentang pemerintah yang  memiliki program gerakan masyarakat sehat (GERMAS). Hidup sehat dapat dimulai dari diri sendiri dengan mengkonsumsi makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30menit, dan mengatur pola hidup sehat (tidak merokok, menerapkan perilaku sadar gizi, dan lain lain). Perilaku hidup sehat yang dilakukan orang tua harus diterapkan pula pada anak. Pembiasaan yang baik dapat dimulai sejak anak masih di dalam kandungan. Orang tua juga harus sadar/melek teknologi dengan membatasi interaksi anak dengan dunia maya (handphone). Orang tua harus mengenal karakter anaknya sendiri sehingga ia akan mudah mencegah perilaku menyimpang yang mulai muncul dari dalam diri anak. Orang tua dapat meneladani perilaku hidup sehat cara Nabi Muhammad SAW, seperti : puasa, bersedekah, infaq, memperbanyak dzikir, sholat malam, olahraga, dsb. Salah satu orang tua adik asuh SD, Qorin Ade Surya, “Acaranya bagus mas, tambah pengetahuan tentang kesehatan. Kita jadi tahu lebih banyak meski penyampaian materinya simpel tentang apa yg terjadi di lingkungan sekitar serta dampaknya. Intinya mencegah daripada mengobati,Adanya cek kesehatan juga setuju sekali. Kalau bisa diadakan kembali lain waktu”, ujar Bu Lulus.

Acara kedua tentang training motivasi yang diperuntukkan untuk adik asuh SMP/SMA di ruang diskusi Masjid Nurul Huda UNS. 79 adik asuh dari berbagai tempat termasuk beberapa lintas kabupaten seperti Karanganyar, Sukoharjo dan Boyolali terlihat antusias mendengarkan penjelasan dari Mas Faris Isnawan, S.Pd, CHT.  Beliau menekankan bagaimana pemuda harus berproses kepada setiap kemampuan yang dimiliki masing-masing individu dan tidak membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Putri Siti rahayu, adik asuh SMA, menuturkan bagaimana usaha anak muda untuk menggapai cita-cita. “Kita juga harus hormat kepada orang tua karena pengorbanan orang tua terhadap anaknya”, imbuhnya.

Sedangkan sekitar 83 adik asuh SD dan adik asuh yatim tingkat SD ikut memeriahkan  kemerdekaan dengan mengikuti berbagai perlombaan yg diadakan oleh LAZIS UNS, guna untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat berjuang untuk menjadi generasi penerus bangsa dan menghormati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74. Berbagai lomba dihelat untuk melatih kekompakan dan memupuk rasa ukhuwah di antara adik asuh.  Di akhir acara, LAZIS UNS mengadakan cek kesehatan untuk seluruh keluarga adik asuh dan juga menyalurkan beasiswa sebesar 39 juta rupiah untuk adik asuh dari jenjang SD hingga SMA.

Sementara itu,Sutiono (Manajer Program LAZIS UNS) mengatakan acara ini merupakan awalan untuk masuk dalam program Adik Asuh periode ini. Total penerima Beasiswa Adik Asuh periode ini sebanyak 235 anak yang terdiri dari 79 Siswa SD, 33 Siswa SMP dan 33 Siswa SMA. Sedangkan untuk Beasiswa Yatim sebanyak 90 orang yang terdiri dari 49 siswa SD, 31 siswa SMP dan 10 siswa SMA. Para siswa yang lolos ini berasal dari berbagai sekolah di wilayah Soloraya. (ind)